Ditulis oleh Rita Pamilia | 28 July 2012 14:12 WIB
Sebagai seorang manusia, tentunya acapkali kita berhadapan dengan berbagai masalah kehidupan. Banyak hal terkadang membuat kita merasa kecewa dan patah semangat.
Bagi beberapa orang, belum berhasil dalam mencari pekerjaan bisa membuat seseorang merasa frustasi atau
down karena rasa kecewa. Kecewa pada sistem dan yang lebih parah adalah kecewa pada diri sendiri.
Ubah mindset!
Memelihara rasa kecewa pada diri sendiri justru akan menjadi boomerang bagi perjalanan karir ke depannya. Rasa kecewa membuat seseorang tidak percaya pada kemampuannya. Akibatnya, ia pun akan berhenti mengembangkan diri. Oleh karenanya, dibutuhkan manajemen kecewa untuk mengembalikan kepercayaan diri sekaligus sebagai energi positif untuk kembali bersemangat melamar pekerjaan yang baru.
Satu hal yang perlu ditanamkan saat menemui kegagalan adalah berani mengubah mindset atau pemikiran. “Mindset seseorang yang menganggap kegagalan adalah proses menuju sukses, perlu diapresiasi. Seseorang bisa berkembang dan menjadi dewasa kan karena dia sering bertemu banyak masalah,” ujar Sri Muliati Abdullah, MA.Psi, Staf Ahli Bidang Training and Recruitment ECC UGM.
Lia, sapaan akrabnya, menambahkan setiap pelamar hendaknya menanamkan rasa siap untuk belum berhasil di benaknya. Ini juga berfungsi untuk menanggulangi rasa takut yang seringkali menghantui kandidat selama proses tes rekrutmen.
Banyak dari para pelamar yang tidak mampu memanajemen rasa kecewa, hingga akibatnya mengarah pada masalah fisik. Misalnya, tidak mau makan, tidak bisa fokus, dan lain sebagainya. “Kalau sudah begini, namanya terkena penyakit psikosomatis, di mana kondisi kejiwaan berakibat buruk terhadap kondisi fisik,” jelasnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Yuvianty Soesilowati, Recruitment & Performance Management Departement Head PT SOHO. Dia mengatakan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Saat belum berhasil lolos sebuah seleksi rekrutmen, kandidat justru mendapat masukan yang lebih banyak sebagai bahan instrospeksi diri. “Pelamar yang belum lolos kan justru bisa mengetahui kelemahan yang ada di dalam diri dan bisa berusaha untuk memperbaikinya. Kegagalan adalah proses evaluasi diri,” terang Yuvianty Soesilowati.
Pengalaman: Guru Terbaik
Di samping itu, dirinya juga menyarankan agar para pelamar kerja yang belum berhasil lolos untuk menceritakan atau berbagi masalah dengan orang lain. Bisa juga meminta pendapat dari orang yang lebih senior atau orang yang juga pernah mengalami hal serupa. “Tentu nantinya akan mendapat banyak pelajaran, karena belajar juga dari pengalaman orang lain, sehingga lebih bisa menyiapkan kemungkinan terburuk,” ujar Yuvianty Soesilowati.
Ia menambahkan, kandidat sebaiknya menyiapkan diri dengan lebih baik serta lebih giat mencari informasi seputar perusahaan yang dituju. “Dan tentunya selalu belajar dari pengalaman,”tambahnya.
Rasa kecewa juga sebaiknya segera diubah menjadi suatu energi positif yang membangun. Menurut Lia, melakukan hobi adalah salah satu obat manjur untuk menyembuhkan kecewa. “Setidaknya, setiap orang harus tahu, apa yang bisa memengaruhi dirinya agar merasa enjoy dan melupakan semua masalah. Ada orang yang melampiaskannya dengan makan dan ada juga yang memilih cara unik, misalnya keramas,” terangnya. Dan yang tak kalah penting adalah belajar dari pengalaman, tak hanya pengalaman sendiri, tapi juga orang lain.
Rasa kecewa sebenarnya tidak akan menjadi beban apabila kita bisa menyikapinya dengan bijak dan mengalokasikan rasa tersebut dengan baik. Yang terpenting kita sudah berusaha secara optimal. Apabila pada akhirnya belum sesuai dengan yang diharapkan, sikapilah dengan hati besar dan sikap optimis. “Bila belum juga mendapat pekerjaan, bersabarlah. Tuhan selalu tahu apa yang terbaik untuk umat-Nya,”pesan Lia.
Satu hal yang juga perlu ditanamkan, berat atau tidaknya masalah tergantung bagaimana Anda menyikapinya. Jadi…bersemangatlah, Jobseeker! Yakinlah bahwa setiap orang diciptakan secara spesial, termasuk Anda! ^^ [CN/Vin]
Kategori :Hand Out
Dibaca : 1788