Merapi Relief : Disaster Puts Us Together

Every cloud has a silver lining. Klise memang , tetapi sesuatu menjadi klise karena terjadi berulang-ulang dan acapkali benar. Kadang-kadang, it took disaster to realize how much people actually care about us. Erupsi merapi kali ini bukan pengecualian. Setidaknya demikian yang kami saksikan dari kegiatan pendampingan yang kami lakukan.

Tempat pengungsian yang kami dampingi, di Sewukan, berada sekitar 30 km dari Jogja. Support terdekat adalah Kota Kecamatan Munthilan, sekitar 8 km. Hingga H+7 (paska erupsi tanggal 26 Oktober 2010) posko dadakan ini belum pernah tercover oleh media. Meskipun demikian, dari yang kami amati, bantuan tidak pernah berhenti datang dalam bentuk apapun. Dari yang datang sendiri, penduduk sekitar yang berinisatif terlibat dalam dapur umum, titip bantuan hingga yang terus menanyakan kebutuhan yang paling mendesak. Sehingga seminggu kebutuhan para pengungsi selalu terpenuhi, bahkan trauma healing untuk anak-anak .

Bantuan MerapiKita tidak menutup mata, seperti kata Ebiet G Ade, dalam kekalutan, masih banyak tangan yang tega berbuat nista, wouooooo. Tetapi sungguh nista tersebut tidak dapat meredam gelombang positif dalam semangat kemanusiaan untuk bahu membahu meringankan penderitaan saudara-saudara kita.

About joel

Bima Ardhitya, ECC's Career Information Dept. Head

2 Comments

Leave a comment

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Your email is never shared. Required fields are marked *