Monthly Archives: February 2014

Untung Masih Bisa Makan Nasi

Saya tidak berhasil lagi mengumpulkan niat untuk mandi ­–kalau kata orang, niat menikah lebih mudah daripada mandi, mungkin itu (ada) benar (nya)–, lalu saya beranjak menulis. Yaaah, awalnya saya hanya mau bayar utang untuk menyelesaikan tulisan saya yang lama, yang sudah banyak ditagih oleh penggemar blog saya (nggaya tenan!). Tapi…kok tampaknya tidak terwujud malam ini. Saya lebih asyik masyuk ke pengembaraan pikiran yang ini saja. Bukan namanya kalo Karl Marx tidak terkenal dengan Marxisme-nya,bukan saya […]

Find the Soul of Traveling (Part 1)

Dimana rumahku? Disini? Disana? Ah, tidak juga. Rumah saya ada di mana-mana. My house is everywhere, but my home is as where as my heart in. Bagi saya, melakukan sebuah perjalanan adalah soal berpindah. Bukan tentang berapa banyak negara atau kota yang dijelajahi. Bukan bagaimana membuat footprint sebanyak-banyaknya. Bukan juga seberapa jauh jarak yang akan ditempuh. Melainkan, bagaimana kita berpindah ke tempat yang lain dan kemudian pulang dengan membawa ribuan bahkan cerita-cerita sederhana yang membangun. […]

Bila Kau Berbagi, Kau Bermakna

ECC UGM menyadari bahwa dalam proses berkembang, tentunya juga harus senantiasa memberikan suatu timbal balik kepada masyarakat. Untuk itu, secara rutin, kami juga berbagi kebahagiaan dengan sesama sebagai salah satu wujud rasa syukur dan kepedulian. Jumat (31/1) lalu, ECC UGM berkunjung ke Panti Asuhan Bina Siwi, sebuah panti yang telah menjadi binaan ECC UGM selama kurun dua tahun terakhir. Panti asuhan ini berdiri atas gagasan tiga orang warga Pajangan, Mugiyanti, Jumilah, Sugiman yang semuanya merupakan […]