Kebutuhan adalah Ibu dari Sebuah Penemuan

Dunia terus berputar, mungkin kita juga bisa berubah dan larut dalam perputaran itu. Kita akan bertambah tua setiap hari, setiap saat. Kesempatan hidup kita juga akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kita. Namun, dengan bertambahnya usia, bukan berarti kitalah yang terhebat, bukan berarti kita tahu segalanya.

Itulah kilasan singkat isi dari novel ‘Jembatan Zaman’ yang ditulis oleh Dewi ‘Dee’ Lestari, tahun 1998. Secara garis besar, novel ini mengajarkan kepada kita untuk tak menjadi sok tahu. Kita harus senantiasa belajar dan belajar, demi tercapainya tujuan hidup kita.

Demikian halnya yang dilakukan oleh ECC UGM. Di usia yang memasuki tujuh tahun pada 14 Juli nanti, ECC UGM akan terus berkembang dan belajar. Dengan mengusung tagline ‘INOVASI UNTUK NEGERI’ pada ulang tahun kali ini, ECC UGM senantiasa terus melakukan pengembangan dalam hal layanan dan peningkatan kualitas produk serta kinerja perusahaan.

“Walaupun ECC UGM adalah sebuah lembaga, namun ECC UGM berusaha dikelola secara profesional,” ujar Deka Isnadi, Wakil Direktur ECC UGM. “Untuk mengevaluasi kinerja organisasi dan SDM, kami juga mulai menerapkan Balance Score Card (BSC) dan juga penyusunan Key Performance Indicator (KPI). Dalam hal promosi, kami memaksimalkan pemanfaatan media sosial selain Facebook dan Twitter, yaitu dengan membuat Google+ dan Instagram,” kata Deka menuturkan.

Pun demikian, inovasi tak ketinggalan dilakukan dalam kegiatan training ECC UGM, misalnya kegiatan softskill training oleh divisi People Development, di mana akan dilakukan inovasi materi dan pengkajian impact setelahnya. Deka menambahkan, saat ini ECC UGM memiliki beberapa fasilitas baru seperti tracer study, personal assessment untuk mengetahui career path para jobseeker, juga konseling karir secara offline dan online bagi member dan non-member ECC UGM.

Selain itu, ECC UGM juga memfasilitasi para pencari kerja dan mahasiswa agar mudah mendapatkan berita dan artikel seputar karir yang akurat melalui laman CareerNews. Tak  hanya itu, bagi mahasiswa yang bingung merealisasikan ide karena kendala, bisa memublikasikan ide mereka melalu crowdsourcing yang dibentuk ECCUGM, yaitu IdeaConnect. ECC UGM akan membantu untuk memberikan rekomendasi kepada pihak terkait agar tergerak memberikan sponsor.

Senada dengan yang diutarakan Deka, Agung Subroto, IT dan Creative Manager ECC UGM, juga menyatakan bahwa ECC UGM terus berusaha melakukan inovasi. “Kami berusaha mengedepankan keterbaharuan, melakukan hal-hal yang lebih baik, dan memberikan nilai,” ujar Broto menjelaskan. Ia berharap, ke depannya, ECC UGM mampu memberi kontribusi secara maksimal kepada para pencari kerja.

Broto menambahkan, segala misi dan inovasi yang dilakukan ini, dapat mengantarkan ECC UGM sebagai salah satu lembaga karir yang memberikan pelayanan terbaik di Indonesia, khususnya dalam bidang karir dan rekrutmen. Dengan demikian, para pencari kerja akan lebih mudah untuk mendapatkan karir yang diinginkan dan tahu apa yang harus mereka lakukan. Juga, pada akhirnya akan memberikan sedikit sumbangsih bagi bangsa Indonesia dalam menekan angka pengangguran. “Itulah salah satu alasan memilih tagline ‘INOVASI UNTUK NEGERI’ untuk memperingati usia yang ketujuh tahun ini,” ujar Broto.

Pencapaian Visi ECC UGM

Beragam inovasi yang sedang dan akan dilakukan ini, tak semata-mata hanya sebuah agenda yang berujung pada wacana. Semuanya adalah salah satu misi untuk mencapai visi ECC UGM di tahun 2015, “Indonesia Leading IT Based Institute in Career Information, Personal Development, and Recruitment Services.”

Tak hanya itu saja, ECC UGM sebagai sebuah lembaga yang berkembang juga selalu mengedepankan semboyan ECC UGM: I-SERVE (Integrity, Synergy, Empathy, Religious, Visionary, dan Effective). Semboyan tersebut merupakan jargon bagi seluruh pegiat ECC UGM dalam berkarya dan berjuang bersama mencapai visi organisasi.

Menilik sekali lagi isi dari novel ‘Jembatan Zaman’ di awal, agaknya terlalu egois apabila kami menyatakan bahwa kami hanya berproses untuk diri sendiri. Kami sadar bahwa pencapaian kami tak lepas dari berbagai pihak yang bersama-sama membantu proses pendewasaan lembaga kami.

Tujuh tahun bukanlah waktu yang lama tetapi tak juga mudah untuk mencapainya. Kami hanya bisa mengaturkan terima kasih sederhana. Teruntuk semua pihak yang telah menjadi partner kami, telah menjadi teman berbagi untuk kami, dan berusaha bersama memberikan sumbangsih positif bagi ibu pertiwi. Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu secara rinci.

Mari bersama membangun mimpi tanpa henti. Mengasah ide untuk terus berinovasi dan berusaha memberikan yang terbaik bagi siapapun tanpa pandang bulu dan berpartisipasi dalam sebuah INOVASI UNTUK NEGERI. Inovasi dan ide baru selalu hadir karena kita selalu membutuhkannya.

‘Cause necessity is the mother of invention!

 

 

Cheers,

   V

21 Comments

Leave a comment

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Your email is never shared. Required fields are marked *